WELCOME TO MY BLOG
Jumat, 19 November 2010 0 komentar

INDIVIDU MASYARAKAT DAN KELUARGA

A. Pengertian induvidu

Induvidu dalam ilmu sosial merupakan bagian kecil dari kelompok masyarakat yang tidak dapat di pisah lagi menjadi bagian lebih kecil. Upama keluarga sebagai kelompok sosial terkecil dari ayah, ibu, dan anak. Ayah merupakan induvidu yang sudah tidak bisa dibagi lagi,demikian juga ibu. Anak masih bisa dibagi sebab dalam suatu keluarga jumlah anak lebih dari satu.
Induvidu berasal dari kata latin “individium” artinya yang “tak terbagi”. Jadi, merupakan suatu sebutan yang dapat dipakai untuk menyatakan satu kesatuan yang paling kecil dan terbatas. Seorang mausia yang tidak hanya memiliki peranan khas di dalam lingkungan sosialnya, melainkan juga mempunyai keperibadian serta pola tingkah lakuspesifik dirinya.
Makna manusia menjadi induvidu apabila pola tingkah lakunya hampir identik dengan tingkah laku masa yang bersangkutan. Proses yang meningkatkan ciri-ciri individualitas pada seseorangsampai pada dirinya sendiri, disebut dengan proses individualisasi atu aktulisasi diri. Konflik mungkin terjadi karena pola tingkah laku spesifik dirinya bercorak bertentangan dengan peranan yang dituntut oleh masyarakat dari sekitarnya.
Induvidu dalam bertingkah laku menurut pribadinya ada tiga kemungkinan: menyimpang dari norma kolektif, dan mempengaruhi masyarakat seperti adanya tokoh pahlawan atau pengacau. Mencari titik optimum antara dua pola tingkah laku (sebagai induvidu dan sebagai anggota masyarakat) dalam situasi dan senantiasa, memberi konotasi matang atau dewasa dalam kontek sosial.
Individu menurut konsep Sosiologis berarti manusia yang hidup berdiri sendiri. Individu sebagai mahkluk ciptaan Tuhan di dalam dirinya selalu dilengkapi oleh kelengkapan hidup yang meliputi :
1. Raga, merupakan bentuk jasad manusia yang khas yang dapat membedakan antara individu yang satu dengan yang lain, sekalipun dengan hakikat yang sama.

2. Rasa, merupakan perasaan manusia yang dapat menangkap objek gerakan dari benda-benda isi alam semesta atau perasaan yang menyangkut dengan keindahan.

3. Rasio atau akal pikiran, merupakan kelengkapan manusia untuk mengembangkan diri, mengatasi segala sesuatu yang diperlukan dalam diri tiap manusia dan merupakan alat untuk mencerna apa yang diterima oleh panca indera.

4. Rukun atau pergaulan hidup, merupakan bentuk sosialisasi dengan manusia dan hidup berdampingan satu sama lain secara harmonis, damai dan saling melengkapi. Rukun inilah yang dapat membantu manusia untuk membentuk suatu kelompok social yang sering disebut masyarakat.



B. Keluarga

Keluarga adalah lembaga sosail dasar dari mana semua lembaga atau prantara sosail lainnya berkembang. Di masyarakat manapun di dunia, keluarga merupakan kebutuhan manusia yang universal dan menjadi pusat terpenting dari kegiatan dalam kehidupan induvidu.
Keluarga dapat dibedakan menjadi dua, yakni keluarga batih atau keluarga inti (conjugal family) dan keluarga kerababat (consanguine family). Conjugal family atau keluarga batih didasarkan atas ikatan perkawinan dan terdiri dari seorang suami, istri, dan anak-anak mereka yang belum kawin. Lain halnya dengan consanguine family. Keluarga hungan kerabat sedarah atau consanguine family tidak didasarkan pada pertalian kehidupan suami istri, melainkan dengan pertalian darah atau ikatan keturunan dari sejumlah orang kerabat.
Keluarga kerabat terdiri dari hubungan darah dari beberapa generasi yang mungkin berdiam pada satu rumah atau mungkin pula berdiam pada tempat lain yang berjauhan. Kesatuan keluarga consanguine ini disebut juga sebagai extended family atau keluarga luas.
Beberapa fungsi keluarga adalah:
I1. Fungsi Pengaturan Keturunan

Dalam masyarakat orang telah terbiasa dengan fakta bahwa kebutuhan seks dapat dipuaskan tanpa adanya preaksi (mendapatkan anak) dengan berbagai cara, misalnya kontrasepsi, abortus, dan teknik lainnya. Meskipun sebagian masyarakat tidak membatasi kehidupan seks pada situasi perkawinan, tetapi semua masyarakat setuju bahwa keluarga menjamin reproduksi. . Fungsi ini didasarkan atas pertimbangan-pertimbangan sosial, misalnya dapat melanjutkan keturunan, dapat mewariskan harta kekayaan, serta pemeliharaan pada hari tuanya.

2. Fungsi Sosial atau Pendidikan

Fungsi ini untuk mendidik anak mulai dari awal sampai pertumbuhan anak hingga terbentuk personality-nya. Anak-anak lahir tanpa bekal sosial, agar si anak dapat berpartisipasi maka harus disosialisasi oleh orang tuanya tentang nilai-nilai yang ada dalam masyarakat. . Berdasarkan hal ini, maka anak-anak harus memperoleh standar tentang nilai-nilai apa yang diperbolehkan dan tidak, apa yang baik, yang indah, yang patut, dsb. Dalam keluarga, anak-anak mendapatkan segi-segi utama dari kepribadiannya, tingkah lakunya, tingkah pekertinya, sikapnya, dan reaksi emosionalnya. Karena itulah keluarga merupakan perantara antara masyarakat luas dan individu.
3. Fungsi Ekonomi atau Unit Produksi

Urusan-urusan pokok untuk mendapatkan suatu kehidupan dilaksanakan keluarga sebagai unit-unit produksi yang seringkali dengan mengadakan pembagian kerja di antara anggota-anggotanya. Fungsi ini jarang sekali terlihat pada keluarga di kota dan bahkan fungsi ini dapat dikatakan berkurang atau hilang sama sekali.

4. Fungsi Pelindung

Fungsi ini adalah melindungi seluruh anggota keluarga dari berbagai bahaya yang dialami oleh suatu keluarga. Dengan adanya negara, maka fungsi ini banyak diambil alih oleh instansi negara.
v. Fungsi Penentuan Status
Assign Status adalah status sosial yang diperoleh seseorang di dalam lingkungan masyarakat yang bukan didapat sejak lahir tetapi diberikan karena usaha dan kepercayaan masyarakat. Contohnya seseorang yang dijadikan kepala suku, ketua adat, sesepuh, dsb. Sedangkan Ascribed Status adalah tipe status yang didapat sejak lahir seperti jenis kelamin, ras, kasta, keturunan, suku, usia, dan lain sebagainya.
vi. Fungsi Pemeliharaan
Keluarga pada dasarnya berkewajiban untuk memelihara anggotanya yang sakit, menderita, dan tua. Fungsi pemeliharaan ini pada setiap masyarakat berbeda-beda, tetapi sebagian masyarakat membebani keluarga dengan pertanggungjawaban khusus terhadap anggotanya bila mereka tergantung pada masyarakat.



C. Masyarakat

Banyak para ahli telah memberikan pengertian tentang masyarakat. Smith, Stanley dan Shores mendefinisikan masyarakat sebagai suatu kelompok individu-individu yang terorganisasi serta berfikir tentatang diri mereka sendiri sebagai suatu kelompok yang berbeda. (Smith, Stanley, Shores, 1950, p. 5).
Masyarakat itu kelompok yang terorganisasi dan masyarakat itu suatu kelompok yang berfikir tentang dirinya sendiri yang berbeda dengan kelompok yang lain. Oleh karna itu orang yang berjalan bersama-sama atau duduk bersama-sama yang tidak terorganisasi bukanlah masyarakat. Kelompok yang tidak berfikir tentang kelompoknya sebagai suatu kelompok bukanlah masyarakat.
Pandangan yang pertama terhadap hubungan antara masyarakat dan individu didasarkan bahwa masyarakat itu mempunyai suatu realitas tersendini. Masyarakat yang penting dan Individu itu hidup untuk masyarakat. Pandangan ini berakar pada realisme yaitu suatu aliran filsafat yang mengatakan bahwa konsep-konsep umum seperti manusia binatang, pohon, keadaan, keindahan dan sebagainya itu mewakili realita luar diri yang memikirkan mereka. Jadi di luar manusia yang sedang berpikir ada suatu realitas tertentu yang bersifat umum. Oleh karena itu berlaku secara umum dan tidak terikat oleh yang satu persatu. Jika mengatakan manusia itu makhluk jasmani dan rohani, maka kita membicarakan setiap manusia terlepas dan manusia yang manapun dan di manapun.
Konsekuensi dari pendapat itu maka masyarakat itu merupakan suatu realitas. Masyarakat memiliki realitas tersendiri dan tidak terikat oleh unsur yang lain dan yang berlaku umum. Masyarakat yang dipindahkan oleh seseorang itu berada di luar orang yang berpikir tentang masyarakat itu sendiri.
Sebelum individu ada masyarakat yang dipikirkan itu telah ada. Oleh karena itu masyarakat itu tidak terikat pada individu yang memikirkannya. Menurut K J Veerger (1986) ada tiga pandangan yang memandang masyarakat sebagai suatu realitas yaitu pandangan holistis, organis dan kolektivitis.
Pandangan hubungan antara individu dan masyarakat sesuai dengan konsep organisme muncul dari Herbart Spencer (1985) diringkas oleh Margaret H Poloma (1979) sebagai berikut:
1. Masyarakat maupun organisme hidup sama-sama mengalami pertumbuhan.

2. Disebabkan oleh pertambahan dalam ukurannya, maka struktur tubuh sosial (social body) maupun tubuh organisme hidup (living body) itu mengalami pertambahan pula, dimana semakin besar suatu struktur sosial maka semakin banyak pula bagian-bagiannya, seperti halnya dengan sistem biologis yang menjadi semakin kompleks sementara ia tumbuh menjadi semakin besar Binatang yang lebih kecil, misalnya cacing tanah, hanya sedikit memiliki bagian-bagian yang dapat dibedakan bila dibanding dengan makhluk yang lebih sempurna, misalnya manusia.

3. Tiap bagian yang tumbuh di dalam tubuh organissme biologis maupun organisme sosial memiliki fungsi dan tujuan tertentu: “mereka tumbuh menjadi organ yang berbeda dengan tugas yang berbeda pula”. Pada manusia, hati memiliki struktur dan fungsi yang berbeda dengan paru-paru; demikian juga dengan keluarga sebagai struktur institusional memiliki tujuan yang berbeda dengan sistem politik atau alconomi.

4. Baik di dalam sistem organisme maupun sistem sosial, perubahan pada suatu bagian akan mengakibatkan perubahan pada bagian lain dan pada akhirnya di dalam sistem secara keseluruhan. Perubahan sistem politik dari suatu pemerintahan demokratis ke suatu pemerintahan totaliter akan mempengaruhi keluarga, pendidikan, agama dan sebagainya. Bagian-bagian itu saling berkaitan satu sama lain.

5. Bagian-bagian tersebut, walau saling berkaitan, merupakan suatu struktur-mikro yang dapat dipelajari secara terpisah. Demikianlah maka sistem peredaran atau sistem pembuangan merupakan pusat perhatian para spesialis biologi dan media, seperti halnya sistem politik atau sistern ekonomi merupakan sasaran pengkajian para ahli politik dan ekonomi.
Dari uraian tersebut di atas dapat diketahui bahwa menurut Spencer masyarakat dipandang sebagai organisme hidup yang alamiah dan deterministis (bebas). Semua gejala sosial diterangkan berdasarkan hukum alam. Hukum yang mengatur pertumbuhan fisik tubuh manusla juga mcngatur pertumbuhan sosial. Manusia sebagai individu tidak bebas dalam menentukan arah pertumbuhan masyarakat. Manusia sebagai individu justru ditentukan oleh masyarakat dalam pertumbuhannya. Masyarakat berdiri sendiri dan berkembang bebas dari kemauan dan tanggung ja anggotanya di bawah kuasa hukum alam.
Hubungan individu dan masyarakat menurut paham individualistis.

d.Permasalahan
Sebenarnya permasalahan yang paling mendesak untuk diselesaikan oleh bangsa ini adalah perbedaan minat membaca antar daerah di Indonesia. Hal ini bisa dilihat dari perbedaan minat baca, misalnya antara Provinsi Yogyakarta dengan Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam (NAD), atau antara Kota Medan dengan Kota Sabang, bahkan perbedaan minat membaca juga terjadi antar desa dengan desa lainnya. Disamping perbedaan minat membaca antar daerah di Indonesia, Indonesia juga mengalami perbedaan jumlah dan kelengkapan sarana dan prasarana perpustakaan di daerah masing-masing.
Melalui pendahuluan yang telah disampaikan di atas menjadi permasalahan dalam tulisan artikel ini adalah bagaimana strategi membudayakan gemar membaca di daerah? diketahui Indonesia yang terdiri dari 33 provinsi, 394 Kabupaten dan 91 kota, 5.263 kecamatan, 7.113 kelurahan, dan 62.806 desa, sadar ataupun tanpa kita sadari pada dasarnya memiliki perbedaan minat baca antara satu daerah dengan daerah lain, perbedaan juga terjadi karena didukung adanya perbedaan dari jumlah dan kelengkapan sarana dan prasarana perpustakaan antar daerah.
Minggu, 31 Oktober 2010 0 komentar

TUGAS PPSPPT 2010


Kesempatan untuk memperoleh pendidikan di berikan kepada setiap warga negara tanpa membedakan jenis kelamin, agama, suku, ras, latar belakang sosial dan tingkat kemampuan ekonomi, kecuali untuk satuan pendidikan yang bersifat khusus.
Pendidikan tingkat tinggi adalah pendidikan sekolah pada jenjang yang lebih tinggi dari pada menengah. Pendidikan tingkat tinggi diselenggarakan untuk menyiapkan peserta didik menjadi anggota masyarakatyang memiliki kemampuan akademik dan/atau profesional untuk dapat menerapkan, mengembangkan dan/atau menciptakan ilmu pengetahuan, teknologi dan/atau kesenian dan dapat dilakukan melalui proses pembelajaran yang mengembangkan kemampuan belajar mandiri.
Universitas Gunadarma adalah salah satu universitas swasta di Indonesia. Gunadarma mempunyai 8 kampus yang tersebar di Jakarta dan sekitarnya.Yakni :
Ø Kampus A ( kenari ) : Jl kenari No. 13 Jakarta Pusat 10430
Ø Kampus B dan C ( Salemba ) : Jl. Salemba Raya No. 53 Jakarta Pusat 10440
Ø Kampus D ( Depok ) : Jl. Margonda Raya No. 100 Pondok Cina, Depok 16424
Ø Kampus E ( Kelapa Dua ) : Jl. Akses UI Kelapa Dua, Cimanggis 16951
Ø Kampus G ( Prapatan ) : Jl. Akses UI Kelapa Dua, Cimanggis 16951
Ø Kampus J ( Kalimalang ) : Jl. KH. Noer Ali, Kalimalang Bekasi
Ø Kampus K ( Kemang ) : Komplek Kemang Pratama I Blok MM-12 Kemang Pratama Raya, Bekasi
Ø Kampus L ( Kamal ) : City Resort B No. 75 Jl. Raya Kamal Outring Road Cengkareng
Universitas Gunadarma mewajibkan seluruh mahasiswa/i mempunyai BLOG. Hal ini dikarenakan ada mata pelajaran SoftSkill yang penilaiannya menggunakan jejaring blog. Dosen SoftSkill hanya masuk 1 kali dalam 1 bulan, dosen masuk hanya memberikan pengarahan kepada mahasiswa/i-nya bagaimana peraturan maupun tema yang akan ditulis oleh mahasiswa/i di blognya masing – masing.
Di Gunadarma juga meyediakan sarana dan prasarana kampus, seperti:
1. Perpustakaan,
Sebagai tempat menimba ilmu pengetahuan. Universitas Gunadarma menyediakan Perpustakaan yang dilengkapi dengan beragam pustaka yang terdiri dari buku literatur baik dalam bahasa Indonesi maupun bahasa Inggris, majalah, jurnal, ilmiah serta buku ilmiah lainnya. Fasilitas ini telah digunakan oleh mahasiswa, dosen, karyawan, dan alumni Universitas Gudarma. Seiring dengan majunya teknologi komunikasi dan audio visual, Gunadarma juga menyediakan perpustakaan audio visual. Di perpustakaan ini khusus mengkoleksi bahan pustaka non buku, yaitu berupa video kaset, kaset audio, dan bahan pustaka berbentuk non buku lain.
2. Internet Lounge,
Adalah ruangan yang dapat digunakan oleh mahasiswa untuk akses internet secara gratis. Fasilitas ini terdapat di kampus D, kampus E dan kampus J. Fasilitas ini dapat digunakan mahasiswa dengan menunjukan Kartu Mahasiswa dan sebelumnya mahasiswa tersebut sudah mengaktifkan studentsite (http://studentsite.gunadarma.ac.id). Tiap lounge berisi 20 terminaldan pemakaiannya dibatasi maksimal 20 menit untuk setiap user. Selama berada di lounge, mahasiswa wajib mentaati tata tertib yang telah ditentukan.

3. Situs Pelayanan dan Informasi Mahasiswa,

Pelayanan administrasi dan akademik mahasiswa dapat dilakukan secara online melalui situs – situs berikut:
I. http://baak.gunadarma.ac.id
berisi informasi yang berkaitan dengan penyelenggaraan kegiatan belajar mengajar dan administrasi akademik bagi seluruh mahasiswa Universitas Gunadarma.
II. http://elearning.gunadarma.ac.id
merupakan media pembelajaran virtual bagi mahasiswa.
III. http://ugip.gunadarma.ac.id
berisi informasi jdwal kuliah, jadwal ujian, jadwal mengajar dosen, ruang kerja dosen, jadwal kursus dan workshop, dan informasi lowongan kerja.
IV. http://studensite.gunadarma.ac.id
merupakan situs resmi mahasiswa gunadarma, dan melalui situs ini pelayanan administrasi akademik dapat dilakukan.
V. http://library.gunadarma.ac.id
pelayanan perpustakaan online.
VI. http://ugpedia.gunadarma.ac.id
situs yang berisi informasi terkini mengenai Universitas Gunadarma.
VII. http://ocw.gunadarma.ac.id
situs yang berisi materi yang berkaitan dengan mata kuliah yang dapat diunduh secara gratis oleh mahasiswa.
VIII. http://repository.gunadarma.ac.id
situs yang berisi artikel yang berdasar dari prosiding suatu seminar ilmiah di dalam maupun luar lingkungan Universitas Gunadarma serta jurnal ilmiah Universitas Gunadarma.
IX. http://helpdesk.gunadarma.ac.id
situs ini memberikan pelayanan terhadap masalah yang berkaitan dengan account (email,username,password), penggunaan internet maupun wifi di lingkungan Universitas Gunadarma.

4. Aula dan Audiotorium,

Aula dan Audotorium yang dimiliki Universitas Gunadarma terletak di kampus D, Jl. Margonda Raya 100. Aula terletak digedung 3 lantai 4 yang sering digunakan sebagai tempat kegiatan mahasiswa yang diselenggarakan oleh berbagai organisasi kemahasiswaan dilingkungan Gunadarma, biasanya aula ini digunakan sebagai tempat pemberian materi ( PPSPPT ).

5. Majid / Mushola,

Gunadarma memiliki 2 buah majid yang cukup besar yaitu Masjid “Nurul Ilmi” yang berlokasi di Kampus Depok (Margonda) dan Masjid “Darul Ilmi” yang terletak di Kampus E (Kelapa Dua).


Organisasi mahasiswa ( ormawa ) adalah organisasi yang melaksakan kegiatan mahasiswa baik di dalam maupun di luar kampus. Ormawa yang ada di lingkungan Universitas Gunadarma adalah organisasi yang di selenggarakan dengan berdasarkan azas :
a. Tidak menginduk dalam organisasi masyarakat, organisasi sosial atau organisasi politik manapun.
b. AD/ART atau Peraturan Ormawa di Lingkungan Universitas Gunadarma tidak bertentangan dengan peraturan yang berlaku di Negara Kesatuan Republik Indonesia dan peraturan serta tata tertib mana pun yang berlaku di Universitas Gunadarma.

Kamis, 28 Oktober 2010 0 komentar
0 komentar

Efek Negatif Penggunaan Komputer
   
While most Americans have heard of Carpal Tunnel Syndrome, not as many have heard of Computer Vision Syndrome (CVS). Sementara kebanyakan orang Amerika telah mendengar dari Carpal Tunnel Syndrome, tidak banyak mendengar tentang Computer Vision Syndrome (CVS). This condition most often occurs when the viewing demand of the task exceeds the visual abilities of the computer user. Kondisi ini paling sering terjadi ketika permintaan melihat tugas melebihi kemampuan visual dari pengguna komputer. The American Optometric Association defines CVS as that 'complex of eye and vision problems related to near work which are experience during or related to computer use'. The American Optometric Association mendefinisikan CVS sebagai 'kompleks masalah mata dan penglihatan yang berhubungan dengan pekerjaan dekat yang pengalaman selama atau terkait dengan penggunaan komputer itu. The symptoms can vary but mostly include eyestrain, headaches, blurred vision (distance and/or near), dry and irritated eyes, slow refocusing, neck and/or backache, light sensitivity, double vision and color distortion. Gejala dapat bervariasi tetapi sebagian besar meliputi kelelahan mata, sakit kepala, penglihatan kabur (jarak dan / atau dekat), mata kering dan teriritasi, memfokuskan kembali lambat, leher dan / atau sakit punggung, kepekaan cahaya, penglihatan ganda dan distorsi warna.

The causes for the inefficiencies and the visual symptoms are a combination of individual visual problems and poor office ergonomics. Penyebab inefisiensi dan gejala visual adalah kombinasi dari masalah penglihatan individu dan ergonomi kantor miskin. Poor office ergonomics can be further divided into poor workplace conditions and improper work habits. ergonomi kantor Miskin dapat dibagi lagi menjadi kondisi tempat kerja yang buruk dan kebiasaan kerja yang tidak tepat. A survey of computer users by NIOSH in 1991 concluded that two-thirds of the complaints were related to vision problems while one-third was due to environmental factors. Sebuah survei pengguna komputer dengan NIOSH pada tahun 1991 menyimpulkan bahwa dua pertiga dari pengaduan tersebut terkait dengan masalah penglihatan sementara satu-ketiga adalah karena faktor lingkungan. Many people have marginal vision disorders that do not cause symptoms when performing less demanding visual tasks. Banyak orang memiliki gangguan penglihatan marjinal yang tidak menyebabkan gejala-gejala ketika melakukan kurang menuntut tugas visual. However, it has also been shown that computer users also have a higher incidence of complaints than non-computer users in the same environment. Namun, juga telah menunjukkan bahwa pengguna komputer juga memiliki insiden yang lebih tinggi keluhan dari pengguna non-komputer di lingkungan yang sama.

When considering the relationship of CVS to the eyecare industry, consider that there are roughly 85 million eye exams performed every year. Ketika mempertimbangkan hubungan CVS untuk industri perawatan mata, menganggap bahwa ada sekitar 85 juta pemeriksaan mata dilakukan setiap tahun. Of those, about 17% are initiated due to symptoms related to computer use. Dari jumlah tersebut, sekitar 17% adalah dimulai akibat gejala terkait dengan penggunaan komputer. That translates into approximately $1.15-2 BILLION cost to the US economy. Yang menerjemahkan menjadi sekitar $ 1,15-2 biaya MILIAR terhadap ekonomi AS.

Some people whose jobs involve intensive keyboard use have reported experiencing pain in their wrists, arms, and neck. Beberapa orang yang pekerjaannya melibatkan penggunaan keyboard intensif telah melaporkan mengalami nyeri pada pergelangan tangan mereka, lengan, dan leher. This type of disorder has been variously categorized as regional musculoskeletal disorder (R-MSD), cumulative trauma disorder (CTD), and repetitive stress injury (RSI). Jenis gangguan telah banyak dikategorikan sebagai gangguan muskuloskeletal daerah (R-MSD), gangguan trauma kumulatif (CTD), dan cedera stres yang berulang (RSI). These are "catch-all" terms that refer to a variety of soft-tissue ailments in the upper limbs such as tendonitis, tenosynovitis, rheumatism, and carpal tunnel syndrome, and are not specific medical diagnoses. Ini adalah "menangkap-semua" istilah yang merujuk ke berbagai penyakit jaringan lunak pada tungkai atas seperti tendonitis, tenosinovitis, rematik, dan carpal tunnel syndrome, dan tidak diagnosa medis tertentu. A qualified medical practitioner to define the precise nature of the disorder, institute appropriate treatment, and identify causal or aggravating factors amenable to modification should evaluate pain or discomfort that persists or impairs normal activities. Seorang praktisi medis yang memenuhi syarat untuk mendefinisikan sifat yang tepat dari pengobatan, gangguan lembaga yang tepat, dan mengidentifikasi faktor-faktor penyebab atau yang memberatkan setuju untuk modifikasi harus mengevaluasi rasa sakit atau ketidaknyamanan yang terus-menerus atau mengganggu aktivitas normal. When any of these conditions develop related to work factors, they are collectively known as Work-related Musculoskeletal Disorders (WRMSDs). Ketika salah satu kondisi mengembangkan faktor-faktor yang berhubungan dengan pekerjaan, mereka secara kolektif dikenal sebagai Gangguan Muskuloskeletal Kerja terkait (WRMSDs).

Let's take a look at some of the general definitions of MSDs and compare them to CVS. Mari kita lihat beberapa definisi umum MSDS dan membandingkannya dengan CVS. The symptoms of WRMSDs are work-related and associated with repetitive activity; the problems are related to disorders of muscles, tendons, bones and nerves; problems occur or are aggravated by repeated movements and a lengthy time is required for problems to develop and for the person to recover. Gejala WRMSDs adalah pekerjaan yang berhubungan dan terkait dengan kegiatan berulang, masalah-masalah terkait dengan gangguan otot, tendon, tulang dan saraf; masalah terjadi atau diperburuk oleh gerakan berulang dan waktu yang panjang diperlukan untuk masalah untuk mengembangkan dan untuk orang untuk pulih. All of these conditions exist for MSDs and for CVS as well. Semua kondisi ini ada untuk MSDS dan untuk CVS juga. Thus, it is logical to say that CVS is a musculoskeletal disorder that deserves special attention and treatment. Dengan demikian, adalah logis untuk mengatakan bahwa CVS adalah gangguan muskuloskeletal yang layak untuk mendapatkan perhatian dan perlakuan khusus.

The three areas that we'll be discussing regarding CVS are: 1. Tiga bidang yang kita akan membahas tentang CVS adalah: 1. The computer hardware 2. Perangkat keras komputer 2. The computer using environment 3. Komputer menggunakan lingkungan 3. The computer using patient. Komputer menggunakan pasien.
0 komentar

KWN bab2

                                                                BAB II
                             WAWASAN NUSANTARA

A.Wawasan nasional suatu bangsa
Sebelum membahas wawasan nusantara,kita sebaiknya terlebih dahulu mengerti dan memahami wawasan nasional suatu bangsa secara universal.
Ketidaksamaan tersebut menimbulkan perbedaan pendapat,kehidupan,kepercayaan dalam hubungan dengan sesamanya,dan dalam caramelihat serta memahami sesuatu.suatu bangsa yang telah bernegara,dalam menyelengrakan kehidupannya tidak terlepas dari pengaruh lingkungannya.pengaruh itu timbul dari hubungan timbale balik antara filosofi bangsa,ideology,aspirasi serta cita-cita dan kondisisosial masyarakat,budaya,tradisi,keadaan alam,wilayah serta pengalaman sejarah.
Kata wawasan berasal dari bahasa Jawa yaitu wawas (mawas) yang artinya melihat atau memandang, jadi kata wawasan dapat diartikan cara pandang atau cara melihat.
Kehidupan negara senantiasa dipengaruhi perkembangan lingkungan strategik sehinga wawasan harus mampu memberi inspirasi pada suatu bangsa dalam menghadapi berbagai hambatan dan tantangan yang ditimbulkan dalam mengejar kejayaanya.
Dalam mewujudkan aspirasi dan perjuangan ada tiga faktor penentu utama yang harus diperhatikan oleh suatu bangsa :
  1. Bumi/ruang dimana bangsa itu hidup
  2. Jiwa, tekad dan semangat manusia / rakyat
  3. Lingkungan

Wawasan Nasional adalah cara pandang suatu bangsa yang telah menegara tentang diri dan lingkungannya dalam eksistensinya yang serba terhubung (interaksi & interelasi) serta pembangunannya di dalam bernegara di tengah-tengah lingkungannya baik nasional, regional, maupun global.

B. LANDASAN WAWASAN NASIONAL


Wawasan nasional dibentuk dan dijiwai oleh paham kekuasaan dan geopolitik yang dianut oleh negara yang bersangkutan.

1. Paham-paham kekuasaan
Perumusan wawasan nasional lahir berdasarkan pertimbangan dan pemikiran mengenai sejauh man konsep operasional dapat di wujudkan dan di pertangung jawabkan.

a. Machiavelli (abad XVII)
    gerakan pendahuluan yang di picu oleh masuknya ajaran islam di eropa barat sekitar abad VII telah membuka dan mengembangkan cara pandang bangsa-bangsa eropa barat sehingga menghasilkan peradapan barat modern seperti sekarang.

b. Napoleon Bonaparte (abad XVIII)
   kaisar napoleon merupakan tokoh revolusioner di bidang cara pandang ,penganut baik       dari Machiavelli.

c. Jendral Clausewitz (abad XVIII)
pada era napoleon , jendral Clausewitz sempat terusir oleh tentara napoleon dari negaranya sampai ke rusia.Menurut Clausewitz perang adalah kelanjutan politik dengan cara lain.

d. Fuerback dan Hegel (abad XVII)
    pada abad XVII paham perdagangan bebas yang merupakan nenek moyang liberalism sedang marak.

e. Lenin (abad XIX)
   G.30.S/PKI adalah salah satu komoditiekspor RRC pada tahun 1965.

f. Lucian W. Pye dan Sidney
   dalam buku political culture and policital development 9princeton university press,1972),mereka mengatakan:”The political culture ofcociety of the system of emperial belive expressivesymbol and values which devidens the situation political action take place is profides the subjektiv orientation to politics….the political ture of society is highly significant aspec of the political system”.

2. Teori–teori geopolitik (ilmu bumi politik)

Geopolitik adalah ilmu yang mempelajari gejala-gejala politik dari aspek geografi. Teori ini banyak dikemukakan oleh para sarjana seperti :

a. Federich Ratzel
  1. Pertumbuhan negara dapat dianalogikan (disamakan/mirip) dengan pertumbuhan organisme (mahluk hidup) yang memerlukan ruang hidup, melalui proses lahir, tumbuh, berkembang, mempertahankan hidup tetapi dapat juga menyusut dan mati.
  2. Negara identik dengan suatu ruang yang ditempati oleh kelompok politik dalam arti kekuatan. Makin luas potensi ruang makin memungkinkan kelompok politik itu tumbuh (teori ruang).
  3. Suatu bangsa dalam mempertahankan kelangsungan hidupnya tidak terlepas dari hukum alam.
  4. Semakin tinggi budaya bangsa semakin besar kebutuhan atau dukungan sumber daya alam.

Apabila ruang hidup negara (wilayah) sudah tidak mencukupi, maka dapat diperluas dengan mengubah batas negara baik secara damai maupun dengan kekerasan/perang. Ajaran Ratzel menimbulkan dua aliran :
  • menitik beratkan kekuatan darat
  • menitik beratkan kekuatan laut


b. Rudolf Kjellen
  1. Negara sebagai satuan biologi, suatu organisme hidup. Untuk mencapai tujuan negara, hanya dimungkinkan dengan jalan memperoleh ruang (wilayah) yang cukup luas agar memungkinkan pengembangan secara bebas kemampuan dan kekuatan rakyatnya.
  2. Negara merupakan suatu sistem politik/pemerintahan yang meliputi bidang-bidang: geopolitik,ekonomipolitik, demopolitik, sosialpolitik dan kratopolitik.
  3. Negara tidak harus bergantung pada sumber pembekalan luar, tetapi harus mampu swasembada serta memanfaatkan kemajuan kebudayaan dan teknologi untuk meningkatkan kekuatan nasional.

c. Karl Haushofer

Pandangan Karl Haushofer ini berkembang di Jerman di bawah kekuasan Aldof Hitler, juga dikembangkan ke Jepang dalam ajaran Hako Ichiu yang dilandasi oleh semangat militerisme dan fasisme.

d. Sir Halford Mackinder (konsep wawasan benua)

Teori ahli Geopolitik ini menganut “konsep kekuatan”. Ia mencetuskan wawasan benua yaitu konsep kekuatan di darat. Ajarannya menyatakan ; barang siapa dapat mengusai “daerah jantung”, yaitu Eropa dan Asia, akan dapat menguasai “pulau dunia” yaitu Eropa, Asia, Afrika dan akhirnya dapat mengusai dunia.

e. Sir Walter Raleigh dan Alferd Thyer Mahan (konsep wawasan bahari)

Barang siapa menguasai lautan akan menguasai “perdagangan”. Menguasai perdagangan berarti menguasai “kekayaan dunia” sehinga pada akhirnya menguasai dunia.

f. W.Mitchel, A.Seversky, Giulio Douhet, J.F.C.Fuller (konsep wawasan dirgantara)

Kekuatan di udara justru yang paling menentukan. Kekuatan di udara mempunyai daya tangkis terhadap ancaman dan dapat melumpuhkan kekuatan lawan dengan penghancuran dikandang lawan itu sendiri agar tidak mampu lagi bergerak menyerang.

g. Nicholas J. Spykman

Teori daerah batas (rimland) yaitu teori wawasan kombinasi, yang menggabungkan kekuatan darat, laut, udara dan dalam pelaksanaannya disesuaikan dengan keperluan dan kondisi suatu negara.



C. Ajaran Wawasan Nasional Indonesia


Wawasan nasional Indonesia dikembangkan berdasarkan wawasan nasional secara universal sehingga dibentuk dan dijiwai oleh paham kekuasaan dan geopolitik yang dipakai negara Indonesia.

1. Paham kekuasaan Indonesia

Bangsa Indonesia yang berfalsafah dan berideologi Pancasila menganut paham tentang perang dan damai berdasarkan : “Bangsa Indonesia cinta damai, akan tetapi lebih cinta kemerdekaan”. Dengan demikian wawasan nasional bangsa Indonesia tidak mengembangkan ajaran kekuasaan dan adu kekuatan karena hal tersebut mengandung persengketaan dan ekspansionisme.

2. Geopolitik Indonesia

Indonesia menganut paham negara kepulauan berdasar ARCHIPELAGO CONCEPT yaitu laut sebagai penghubung daratan sehingga wilayah negara menjadi satu kesatuan yang utuh sebagai Tanah Air dan ini disebut negara kepulauan.

3. Dasar pemikiran wawasan nasional Indonesia

Bangsa Indonesia dalam menentukan wawasan nasional mengembangkan dari kondisi nyata. Indonesia dibentuk dan dijiwai oleh pemahaman kekuasan dari bangsa Indonesia yang terdiri dari latar belakang sosial budaya dan kesejarahan Indonesia.
Untuk itu pembahasan latar belakang filosofi sebagai dasar pemikiran dan pembinaan nasional Indonesia ditinjau dari :
  1. Pemikiran berdasarkan falsafah Pancasila
  2. Pemikiran berdasarkan aspek kewilayahan
  3. Pemikiran berdasarkan aspek social budaya bangsa Indonesia
  4. Latar belakang pemikiran aspek kesejahteraan bangsa indonesia




D. Latar belakang filosofis Wawasan Nusantara


1. Prof.Dr. Wan Usman

Wawasan Nusantara adalah cara pandang bangsa Indonesia mengenai diri dan tanah airnya sebagai negara kepulauan dengan semua aspek kehidupan yang beragam.

2. Kelompok kerja LEMHANAS 1999

Wawasan Nusantara adalah cara pandang dan sikap bangsa Indonesia mengenai diri dan lingkungannya yang serba beragam dan bernilai strategis dengan mengutamakan persatuan dan kesatuan bangsa serta kesatuan wilayah dalam menyelenggarakan kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara untuk mencapai tujuan nasional.

Sedangkan pengertian yang digunakan sebagai acuan pokok ajaran dasar Wawasan Nusantara sebagai geopolitik Indonesia adalah:

cara pandang dan sikap bangsa Indonesia mengenai diri dan lingkungannya yang serba beragam dan bernilai strategis dengan mengutamakan persatuan dan kesatuan wilayah dengan tetap menghargai dan menghormati kebhinekaan dalam setiap aspek kehidupan nasional untuk mencapai tujuan nasional.

Landasan Wawasan Nusantara
Idiil => Pancasila
Konstitusional => UUD 1945



E. Unsur dasar konsepsi wawasan nusantara
  Fungsi serta tujuan dari wawasan nusantaraa . wawasan nusantara dalam kehidupan nasional yang mencangkup kehidupan politik ,ekonomi,social budaya,dan pertahanan keamanan harus tercemin dalam pola piker , pola sikap , dan pola tindak yang senantiasa mengutamakan kepentingan bangsa dan Negara kesatuan repuplik Indonesia .

1.      Wadah (Contour)
2.      Isi (Content)
3.      Tata laku (Conduct)
*wadah kehidupan bermasyarakat , berbangsa dan bernegara meliputi seluruh wilayah Indonesia yang memiliki kekayaan alam dan penduduk denagn keaneka ragaman budaya.
*A.realisasi aspirasi bangsa sebagai kesepakatan bersana serta kecapaian cita-cita dan tujuan nasional.
  B. persatuan dan kesatuan dalam bineka tunggal ika yang meliputi semua aspe kehidupan nasional.


F. Hakekat Wawasan Nusantara

Adalah keutuhan nusantara/nasional, dalam pengertian : cara pandang yang selalu utuh menyeluruh dalam lingkup nusantara dan demi kepentingan nasional.
Berarti setiap warga bangsa dan aparatur negara harus berfikir, bersikap dan bertindak secara utuh menyeluruh dalam
lingkup dan demi kepentingan bangsa termasuk produk-produk yang dihasilkan oleh lembaga Negara.
Pancasila telah diakui sebagai ideology dan dasar negara .



G. Asas Wawasan Nusantara

Merupakan ketentuan-ketentuan dasar yang harus dipatuhi, ditaati, dipelihara dan diciptakan agar terwujud demi tetap taat dan setianya komponen/unsur pembentuk bangsa Indonesia(suku/golongan) terhadap kesepakatan (commitment) bersama. Asas wasantara terdiri dari:
  1. Kepentingan/Tujuan yang sama
  2. Keadilan
  3. Kejujuran
  4. Solidaritas
  5. Kerjasama
  6. Kesetiaan terhadap kesepakatan
=>kepentingan yang sama.ketika menegakan dan merebut kemerdekaan,kepentingan bersama bangsa Indonesia adalah menghadapi penjajahan secara fisik dari bangsa lain.sedangkan bangsa kita menaggapi keputusan dengan cara mengadu domba dan cara-cara kasar.
=>keadilan ,yang berarti kesesuaian pembagian hasil denagn andil jerih payah usaha ,dan kegiatan baik orang perorangan ,golongan kelompok,maupun daerah.
=>kejujuran,yang berarti berfikir , berkata ,dan bertindak sesuai realita ketentuan yang benar biarpun realita atau ketentuan itu pahit dan kurang enak di dengar.
=>solidaritas,yang berani di perlukan nya rasa setiakawanan dan mau berkorban.
=>kerjasama, berarti ada nya koordinasi saling pengertian denagn di dasari kerja kelompok.
=>kesetian,kepada Negara Indonesia.


H. Kedudukan,fungsi, dan kedudukan Wawasan Nusantara

Wawasan Nusantara merupakan ajaran yang diyakini kebenarannya oleh seluruh rakyat dengan tujuan agar tidak terjadi penyesatan dan penyimpangan dalam rangka mencapai dan mewujudkan tujuan nasional.
Wawasan Nusantara dalam paradigma nasional dapat dilihat dari hirarkhi paradigma nasional sbb:
  • Pancasila (dasar negara) =>Landasan Idiil
  • UUD 1945 (Konstitusi negara) =>Landasan Konstitusional
  • Wasantara (Visi bangsa) =>Landasan Visional
  • Ketahanan Nasional (KonsepsiBangsa) =>Landasan Konsepsional
  • GBHN (Kebijaksanaan Dasar Bangsa) =>Landasan Operasional
Fungsi Wawasan Nusantara adalah pedoman, motivasi, dorongan serta rambu-rambu dalam menentukan segala kebijaksanaan, keputusan, tindakan dan perbuatan, baik bagi penyelenggara negara di tingkat pusat dan daerah maupun bagi seluruh rakyat dalam kehidupan bermasyarakat, bernegara dan berbangsa.

Tujuan Wawasan Nusantara adalah mewujudkan nasionalisme yang tinggi di segala bidang dari rakyat Indonesia yang lebih mengutamakan kepentingan nasional dari pada kepentingan orang perorangan, kelompok, golongan, suku bangsa/daerah.



I.Sasaran Implementasi Wawasan Nusantara dalam kehidupan Nasional
Penerapan Wawasan Nusantara harus tercermin pada pola pikir, pola sikap dan pola tindak yang senantiasa mendahulukan kepentingan negara.


a. Implementasi dalam kehidupan politik,
b. Implementasi dalam kehidupan Ekonomi,
c. Implementasi dalam kehidupan Sosial Budaya,
d. Implementasi dalam kehidupan Pertahanan Keamanan,
1.implementasi wawasan nusantara dalam kehidupan politik akan menciptakan iklim penyelenggaraan Negara yang sehat dan dinamis.
2.implementasi dalam kehidupan ekonomi akan menciptakan tatanan ekonomi yang benar-benar menjamin pemenuhan dan peningkatan kesejahteraan dan kemakmuran rakyat secara merata dan adil.
3.implementasi dalam kehidupan social budaya akan menciptakan sikap batiniah dan lahiriah yang mengakui, menerima,dan menghormati segala bentuk perbedaan atau ke bhinekaan sebagai kenyataan hidup sekaligus karunia ALLAH SWT.
4.implementasi dalam kehidupan hankam akan menumbuh kembangkan kesadaran cinta tanah air dan bangsa , yang lebih lanjut akan membentuk sikap bela Negara pada setiap warga Negara Indonesia.


I.Prospek Implementasi Wawasan Nusantara

Berdasarkan beberapa teori mengemukakan pandangan global sbb:
  1. Global Paradox menyatakan negara harus mampu memberikan peranan sebesar-besarnya kepada rakyatnya.
  2. Borderless World dan The End of Nation State menyatakan batas wilayah geografi relatif tetap, tetapi kekuatan ekonomi dan budaya global akan menembus batas tsb. Pemerintah daerah perlu diberi peranan lebih berarti.
  3. The Future of Capitalism menyatakan strategi baru kapitalisme adalah mengupayakan keseimbangan antara kepentingan individu dengan masyarakat serta antara negara maju dengan negara berkembang.
  4. Building Win Win World (Henderson) menyatakan perlu ada perubahan nuansa perang ekonomi, menjadikan masyarakat dunia yang lebih bekerjasama, memanfaatkan teknologi yang bersih lingkungan serta pemerintahan yang demokratis.
  5. The Second Curve (Ian Morison) menyatakan dalam era baru timbul adanya peranan yang lebih besar dari pasar, peranan konsumen dan teknologi baru yang mengantar terwujudnya masyarakat baru.


Keberhasilan Implementasi Wasantara

Diperlukan kesadaran WNI untuk :
  1. Mengerti, memahami, menghayati tentang hak dan kewajiban warganegara serta hubungan warganegara dengan negara, sehingga sadar sebagai bangsa Indonesia.
  2. Mengerti, memahami, menghayati tentang bangsa yang telah menegara, bahwa dalam menyelenggarakan kehidupan memerlukan konsepsi wawasan nusantara sehingga sadar sebagai warga negara yang memiliki cara pandang. Agar ke-2 hal dapat terwujud diperlukan sosialisasi dengan program yang teratur, terjadwal dan terarah.
J.keberhasilan implementasi wawasan nusantara
      Wawasan nusantara perlu menjadi pola yang mendasari cara berfikir , bersikap dan bertindak dalam rangka menghadapi ,menyikapi , dan menangani permsalahan kehidupan bermassyarakat,berbangsa dan bernegara yang beriorentasi kepada kepentingan rakyat dan keutuhan wilayah tanah air.
      1.mengerti , memahami ,dan menghayati hak dan kewajiban Negara serta hubungan warga Negara dengan Negara.
      2.mengerti memahami, dan menghayati bahwa di dalam menyelengarakan kehidupanya Negara memerlukan konsepsi wawasan nusantara , sehingga sadar sebagai warga Negara yang memiliki wawasan nusantara guna mencapai cita-cita dan tujuan nasional.




 
;